Divonis 8 Tahun Penjara, Gatot Brajamusti Kecewa

Jumat, 21 April 2017 | 16:10
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
DIVONIS BERSALAH: Terdakwa Gatot Brajamusti ketika mendengar vonis yang dibacakan oleh majelis hakim dalam persidangan yang di gelar di PN Mataram, Kamis kemarin (20/4). Gatot divonis 8 tahun penjara.

INDOPOS.CO.ID - Mantan  Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti bakal tak bisa tidur tenang. Pasalnya terdakwa kasus narkotika jenis sabu tersebut divonis selama 8 tahun penjara.  Vonis tersebut  dibacakan oleh  majelis hakim yang diketuai  Yapi dalam persidangan yang di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Kamis kemarin (20/4).

Selain divonis 8 tahun, Gatot Brajamusti juga divonis membayar denda Rp 1 miliar  subsider 3 bulan kurungan penjara. ”Menghukum terdakwa selama 8 tahun penjara dikurangi masa tahanan, denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara,”ungkap Yapi ketika membacakan vonis.

Vonis terhadap  Gatot Brajamusti ini lebih rendah dari tuntutan  Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 13 tahun penjara dan denda 1 miliar subsider 6 bulan.  Dalam kasus tersebut, terdakwa  tidak terbukti dalam dakwaan primer yakni melanggar pasal 144 ayat (2) Undang- undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Karena itu terdakwa harus dibebaskan dibebaskan dalam dakwaan primer. Namun terdakwa terbukti dalam dakwaan subsider yakni  melanggar pasal 112 ayat (2) Undang- undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. ”Berdasarkan fakta persidangan maka kami berkesimpulan bahwa terbukti dalam dakwaan subsider seperti dalam tuntutan jaksa seebelumnya,”ujarnya.

Pertimbangan majelis hakim menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara  karena dalam fakta persidangan terdakwa mengakui   memiliki narkotika jenis sabu. Adanya barang bukti tersebut berdasarkan hasil pengembangan penyidik kepolisian. Selain itu, ditemukan juga barang bukti tambahan di kediaman Gatot Brajamusti di  Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Diantaranya serbuk kristal putih diduga sabu-sabu dengan berat melebihi 5  gram.

”Berdasarkan pertimbangan tersebut maka dirasa cukup untuk bisa mengadili terdakwa terlebih terdakwa sudah mengakui semua itu,” terangnya

Majelis hakim  tidak sependapat alasan  terdakwa yang mengatakan bahwa menggunakan sabu  untuk kesehatan dan  memuaskan istri. Alasan itu  tidak masuk akal karena banyak tempat kesehatan yang bisa menjadi solusi. ”Kalau alasan karena untuk pengobatan dirasa tidak rasional karena masih banyak tempat pengobatan yang tidak harus dengan cara melanggar hukum,” paparnya.

Hal-hal yang memberatkan terdakwa karena perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika serta tidak memberikan contoh yang baik. Sementara yang meringankan terdakwa diantaranya memiliki tanggungan keluarga dan juga belum pernah dihukum.

Istri Gatot Divonis 18 Bulan

Jika gatot brajamusti Vonis dijatuhkan vonis selama 8 tahun penjara. Berbeda halnya dengan istrinya  Dewi Aminah. Perempuan yang sama-sama tertangkap basah menggunkan sabu-sabu di hotel yang sama itu divonis selama 18 bulan penjara.

Dewi Aminah terbukti dalam dakwaan lebih subsider yakni menggunankan narkotika untuk dirinya sendiri sehingga dakwaan primer dan subsider ia dibebaskan. ”Menghukum terdakwa selama 1 tahun 6  bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam masa tahanan dan meminta agar terdakwa tetap di dalam penjara,”ujarnya.

Dijelas majelis hakim, vonis itu diberikan karena berdasarkan pengakuan dari terdakwa Gatot Brajamusti  bahwa narkotika jenis sabu tersebut merupakan miliknya, sementara terdakwa Dewi Aminah hanya sebagai pengguna. ”Terdakwa terbukti sebagai penyalahguna narkotika sehingga harus dihukum,” katanya.

Mendengar vonis tersebut, terdakwa Gatot Brajamusti lewat kuasa hukumnya mengatakan masih pikir- pikir, begitu juga dengan JPU. Sementara k Dewi Aminah ia memilih untuk menerima vonis tersebut. ” Saya menerima vonis yang diberikan sama yang mulia majelis hakim,”ujar Dewi Aminah di depan majlis hakim.

Gatot Kecewa

Usai sidang,  Gatot Brajamusti mengaku sangat kecewa dengan penegakkan hukum. ”Banyak bandar yang hukumanya lebih ringan dari saya. Kenapa saya yang hanya sebagai pengguna malah dihukum sekejam ini?,” tanyanya.

Dia meyakini   kasus ini  terjadi kejanggalan. Dia mencontohkan jika dirinya sudah mendapatkan informasi soal tuntutan yang bakal dijatuhkan JPU pada kasus yang lain. Padahal sidang kasus ini belum digelar.  ”Malah saya heran kok saya belum sidang dengan kasus saya yang lain namun sudah ada yang mengasih tahu saya tuntutan JPU nantinya. Ini kan sudah jelas ada ketimpangan,”tuturnya.

 Sementara itu, Irfan Suryadinata selaku kuasa hukum terdakwa menyampaikan bahwa vonis yang diberikan oleh majelis hakim, sebenarnya sangat- sangat  berat meskipun vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU. Namun ia tidak bisa memastikan langkah selanjutnya apakah banding atau tidak karena masih dipikirkan dulu. ”Kita masih pikir- pikir. Kita masih punya waktu satu minggu,” pungkasnya (cr/met/ash)

 

 

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%